Buku Tamu

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Pengikut

free counters

Web Site Counter

Rencana Pengembangan SMKN 3 Kuningan

Written By Abdulmanan on Senin, 25 Juli 2011 | 08.33


Tampak Bagian Depan



Bagian Depan SMKN 3 Kuningan 
 



Rancangan Pengembangan Bagian Depan SMKN 3 Kuningan






Tampak Bagian Belakang



Bagian Belakang SMKN 3 Kuningan 
 



Rancangan Pengembangan Bagian Belakang SMKN 3 Kuningan
 




Denah 1




Denah 2

08.33 | 0 komentar | Read More

SMKN 3 Kuningan di EPITECH 2010


Sebagai Sekolah Kejuruan unggulan di Kabupaten Kuningan, SMKN 3 Kuningan pun ikut berpartisipasi dalam Expo SMK yang diikuti oleh 26 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat tersebut. Dalam kegiatan EPITECH SMKN 3 Kuningan memamerkan Kreasi Siswa yaitu Mobil SMK yang dirakit oleh Siswa Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan bekerja sama dengan ASTRA DAIHATSU, Gokart dan Sepeda motor hasil rakitan siswa Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor. SMKN 3 Kuningan juga mengirimkan Siswa dari Kompetensi Keahlian Multimedia untuk menyajikan kreasi animasi 2 dimensi, disain grafis dan Video Editing.
Pameran pendidikan kejuruan Jawa Barat bermaksud melakukan visualisasi secara objektif dan akuntable terhadap kinerja penyelenggaraan pendidikan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Dunia Usaha /Industri Pasangan SMK dari Kabupaten/Kota se-Jawa Barat guna mendukung terwujudnya Akselerasi Sumber Daya Manusia Jawa Barat yang Unggul, Mandiri , kompeten, kreatif dan berdaya saing tinggi Pelopor Pembangunan Provinsi Vokasional pada tahun 2013.

Materi Expo :
Penganugrahan Vokasi Award tahun 2010 kepada kabupaten/Kota meliputi Penghargaan “ Vokasi Award “ kepada kabupaten/Kota yang berprestasi sebagai kota Vokasi di Jawa Barat dan Display kinerja Kabupaten/kota Vokasi.
Dalam Expo Pendidikan Kejuruan Jawa Barat juga meliputi :
1. Expo Kenierrja dinas Pendidikan Propinsi Jawa barat
2. Expo Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat
3. Expo SMK unggulan “kreasi SMK” dari 26 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat
4. Expo Dunia usaha /Industri pasangan SMK dari Kabupaten/Kota se-Jawa Barat
5. Expo Kinerja Pusat informasi dan Komunikasi Pendidikan, Depdiknas Jakarta
6. Expo Kinerja Dewan Pendidikan Propinsi, Perguruan Tinggi
7. Bursa Kerja untuk lulusan SMK kerja sama dengan Disnakertrans Prop. Jawa Barat
8. Uji Emisi gas Buang
9. Syomposium Triparkit Pendidikan oleh DU/DI Pasangan SMK
10. Lomba kreasi Seni Jawa Barat ,peserta dari 26 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.
(Dikutip dari : http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/24/expo-pendidikan-kejuruan-jawa-barat-epitech-5/-12)




Galery Foto



 
03.44 | 0 komentar | Read More

Profil SMKN 3 Kuningan

03.26 | 0 komentar | Read More

SMK NEGERI 3 KUNINGAN MENUJU SBI



Kuningan, 05/10/2010. Beberapa bulan belakangan ini SMK Negeri 3 Kuningan disibukkan dengan persiapan akreditasi, yang dilaksanakan pada tanggal 30 September – 02 Oktober 2010. Dari siswa hingga Kepala Sekolah menyiapkan segala sesuatunya. Akreditasi ini bertujuan untuk memeriksa dan mengevaluasi Kinerja sekolah-sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) sesuai Evadir (Evaluasi Diri) yang dikirimkan oleh masing-masing sekolah ke BAP (Badan Akreditasi Propinsi), dalam hal ini BAP Jawa Barat . SMKN 3 Kuningan yang telah menjadi RSBI semenjak 3 tahun yang lalu harus melalui proses akreditasi untuk mengarah ke tingkat yag lebih tinggi lagi yaitu SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Akreditasi tahun ini merupakan akreditasi yang menentukan nasib SMKN 3 Kuningan, apakah dapat mencapai SBI atau harus kembali turun menjadi SSN (Sekolah Standar Nasional)
Dalam Akreditasi ini dievaluasi delapan standar Nasional yaitu, Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Kelulusan, Standar Pendidik/ Tenaga Kependidikan, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian. Kedelapan Standar ini tertuang di dalam 185 item yang harus dilengkapi oleh Sekolah yang akan di akreditasi, ditambah dengan item khusus untuk RSBI yaitu 84 unsur tambahan yang terdiri dari 57 unsur adaptasi dan 25 unsur adopsi yang merupakan indikator kinerja tambahan.
Kegiatan Akreditasi SMKN 3 Kuningan diawali dengan Pembukaan oleh Kepala SMKN 3 Kuningan Bapak Drs. Muh. Nuh Rosyid, M.Pd dan dihadiri oleh Pengawas Sekolah Bapak Drs. H. Jajang, Komite Sekolah serta diikuti oleh Wakasek, Kaprodi, KaBeng, Tim Teaching dan para Guru SMKN 3 Kuningan ini berlangsung lancar.
Bapak Karsadi, S.Pd,. S.Kom selaku sekretaris Tim Akreditasi SMKN 3 Kuningan mengatakan ada empat kompetensi keahlian yang di akreditasi oleh asesor yaitu Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Audio Video, Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Gambar Bangunan. Tim Asesor yang berjumlah 2 orang yaitu Bapak Drs. Anwar, M.Pd dari Kabupaten Cianjur dan Drs. H. Idi Sutiadi dari Kabupaten Banjar, memeriksa setiap berkas-berkas yang berhubungan dengan ke delapan Standar Nasional tersebut. Beliau juga mengatakan bahwa Akreditasi yang dilakukan selama lebih kurang 3 hari berpusat di ruang SAS (Self Access Study) ini berlangsung cukup baik dan lancar. Kegiatan akreditasi berakhir pada hari ke tiga ditandai dengan penutupan yang dilakukan di ruang guru dan dihadiri oleh seluruh Guru dan TU SMKN 3 Kuningan. Dalam Penutupan tersebut Bapak Kepala Sekolah memiliki harapan agar hasil yang diterima sesuai dengan yang dicita-citakan oleh seluruh warga SMKN 3 Kuningan khususnya dan Kabupaten Kuningan serta Propinsi umumnya yaitu menjadi SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) tahap pertama di Jawa Barat.

02.49 | 0 komentar | Read More

Visi, Misi dan Tujuan SMKN 3 Kuningan


Visi
“Menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Terpadu Bidang Teknologi yang Berkualitas dan Bertaraf Internasional”


Misi
  • Membekali peserta didik dengan budi pekerti luhur, akhlak mulia, iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Memberikan layanan prima di bidang pendidikan teknologi berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
  • Membekali peserta didik dengan kompetensi yang terstandar serta memiliki kecakapan hidup yang mandiri.
  • Menjalin kerjasama kemitraan yang harmonis dengan stake holder dalam rangka mengimplemen-tasikan Link and Match.
  • Memberdayakan dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kemandirian sekolah.
  • Menerapkan suasana kerja yang kondusif dengan berwawasan budaya mutu.
  • Membudayakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
  • Mengembangkan budaya sehat jasmani dan rohani melalui Olah Raga dan Seni.
  • Memberdayakan dan mengembangkan Sekolah Berbudaya Lingkungan .
  • Meningkatkan layanan bimbingan dan konseling untuk seluruh peserta didik.


 Tujuan

1
Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di DU/DI sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan kompetensi dalam program keahliannya.

2
Membekali peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan sikap professional dalam bidang keahlian yang diminatinya.

 3
Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari, baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

02.34 | 0 komentar | Read More

TPA (Tempat Pembuangan Akhir)

Written By Abdulmanan on Senin, 04 Juli 2011 | 07.30


Di setiap-setiap sekolah pasti ada tempat sampah, bukan sekolah namanya jika tidak ada tempat sampah, karena dalam Sekolah pasti ada penjual, dan apabila tidak ada tempat sampah maka sampah plastik, dll akan berceceran dimana-mana dan akan menimbulkan ketidak nyamanan dalam bersekolah atau menuntut ilmu.
Tempat sampah di SMKN 3 Kuningan ini di warnai se menarik mungkin supaya parasiswa tidak merasa malas ketika melihat tempat sampah, dan dibagi-bagi per sampah, khusus sampah organik, Anorganik, sampai sampah-sampah yang berbahaya. Bisa dilihat pada gambar di bawah itu.


Selanjutnya saya akan memberitahu tentang pengertian TPA (Tempat Pembuangan Akhri) Dahulu, TPA merupakan cara paling umum untuk limbah buangan terorganisir dan tetap begitu di sejumlah tempat di dunia.
Sejumlah dampak negatif dapat ditimbulkan dari keberadaan TPA. Dampak tersebut bisa beragam: musibah fatal (mis., burung bangkai yang terkubur di bawah timbunan sampah); kerusakan infrastruktur (mis., kerusakan ke akses jalan oleh kendaraan berat); pencemaran lingkungan setempat (seperti pencemaran air tanah oleh kebocoran dan pencemaran tanah sisa selama pemakaian TPA, begitupun setelah penutupan TPA); pelepasan gas metana yang disebabkan oleh pembusukan sampah organik (metana adalah gas rumah kaca yang berkali-kali lebih potensial daripada karbon dioksida, dan dapat membahayakan penduduk suatu tempat); melindungi pembawa penyakit seperti tikus dan lalat, khususnya dari TPA yang dioperasikan secara salah, yang umum di Dunia Ketiga; jejas pada margasatwa; dan gangguan sederhana (mis., debu, bau busuk, kutu, atau polusi suara).

Di SMKN 3 Kuningan pula ada Tempat Pembuangan Akhir bisa dilihat pada gambar dibawah ini, dan ini termasuk tempat pembuangan sampah dan tahapan-tahapan untuk mengolahnya.




Dengan adanya tempat TPA ini SMKN 3 Kuningan dapat mengurangi kerusakan atau ketidak nyamanan para siswa dari sampah. Untuk itu teruslah lanjutkan SBL ini, jangan sampai berhenti di tengah jalan, dan jaga terus lingkungan SMKN 3 Kuningan ini dengan disiplin. Membuang sampah pada tempatnya dll.

07.30 | 0 komentar | Read More

Manfaat dari Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL)

       Sebenarnya terdapat banyak sekali manfaat dari Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) tetapi saya akan memberikan manfaat hanya sebagian antara lain : 

  • Tumbuhnya kesadaran dan tannggung jawab kepada para siswa - siswi, guru, kepala sekolah, dan semua staf pegawai dan karyawan di SMKN 3 Kuningan  dalam pemanfaatan serta pemeliharaan lingkungan,
  • Lingkungan yang berada di sekolah dapat menjadi laboratorium alam (outdoor lab), sehingga dapat memperluas wacana keilmuan tentang Berbudaya Lingkungan.
  • Terwujudnya lingkungan yang bersih, asri, nyaman, dan menyenangkan, sehingga dapat mendukung proses kegiatan belajar mengajar disekolah.

 Semua manfaat tersebut dapat maksimal jika didukung oleh program sekolah yang fokus, dan konsisten, untuk dapat melaksanakan langkah-langkah yang mengarah pada terbentuknya Sekolah Berbudaya Lingkungan.
Selain usaha-usaha tersebut diatas, yang tidak kalah penting adalah dukungan dari pemerintah melalui dinas-dinas terkait untuk memberikan langkah nyata dalam pemberdayaan sekolah yang berbudaya lingkungan., langkah-langkah terdekat yang dapat dilaksanakan diantaranya: pemberian ekstra Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH),  program jum’at bersih seperti yang telah dilakukan di SMKN 3 Kuningan, pengadaan dan pengoptimalan kebun sekolah, maupun program wajib tanam pohon bagi siswa. Kesemuanya itu diharapkan akan semakin mempercepat proses menuju sekolah yang berbudaya lingkungan. Amin
07.04 | 0 komentar | Read More

Pengertian (SBL) Sekolah Berbudaya Lingkungan




Mungkin anda berfikir-fikir Sekolah Berbudaya Lingkungan atau SBL itu Pengertian lebih lanjutnya seperti apa, nah untuk itu saya akan menjelaskan mengenai pengertian tentang SBL, Jadi Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) adalah media yang mampu mendukungan dan berperan nyata dalam upaya menumbuh-kembangkan generasi penerus dan sumberdaya manusia saat ini yang berkualitas dan berbudaya lingkungan.
SBL (Sekolah Berbudaya Lingkungan) adalah wahana yang mampu mendukung dan berperan nyata dalam upaya menumbuhkembangkan sumberdaya manusia (SDM) yang berbudaya lingkungan yang dilandasi oleh kesadaran dan pemahaman atas kondisi lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar.
Lingkungan yang bersifat global seperti perubahan iklim yang terjadi musim-musim ini dengan bertambah naiknya suhu udara di bumi, peningkatan emisi CO2, dan berkurangnya luas hutan dunia. Pertumbuhan penduduk dan eksploitasi sumber daya alam (SDA) yang jauh melampaui daya dukungnya merupakan salah satu penyebabnya. Termasuk di dalamnya eksploitasi daya lahan, hutan, tanah, air, materi dan energi.
Upaya mewujudkan generasi berbudaya lingkungan di SMKN 3 Kuningan, dengan cara mendisiplinkan para siswa untuk mengikuti peraturan sekolah dengan baik contohnya saja dengan membuang sampah pada tempatnya maka kita sudah melaksanakan sedikit tentang Sekolah Berbudaya Lingkungan, dengan adanya Sekolah Berbudaya Lingkungan menunjukan kegembiraan kepada semua Siswa-siswi di SMKN 3 Kuningan, Namun. SBL sebagai basis keunggulan sekolah yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran diri sendiri dan penghayatan tentang pentingnya hidup selaras dengan lingkungan.
06.23 | 0 komentar | Read More